Pembawa Bendera Tauhid yang Dibakar di Garut Diancam Bui 3 Pekan, Denda Rp900



Petugas Polres Garut menjemput warga Kampung Panyosogan, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut bernama Tia Setianingsih (17), Kamis (25/10/2018) kemarin.

Polisi menyebut pembawa bendera yang yang bertuliskan Lafadz Tauhid di Garut, Jawa Barat saat Hari Santri Nasional terancam hukuman penjara selama tiga pekan dan denda Rp900.

Tia adalah adik Uus Sukmana (34), pengibar bendera berkalimat tauhid pada perayaan Hari Santri di Limbangan kemarin.

Petugas menjemput Tia bersama ayahnya, Dadang (65) dengan ambulan. Menurut keterangan pihak Desa Wanakerta, kepolisian akan membantu pengobatan Tia yang sudah lama menderita penyakit TBC Paru.




“Petugas ambulan mengatakan, kepolisian akan membantu pengobatan Tia yang sudah lama menderita penyakit TBC,” ujar Kepala Desa Wanakerta Sunarkawan.

Seperti diberitakan Uus Sukmana, diamankan Polda Jawa Barat di Jl. Laswi Bandung pada Kamis (25/10/2018) kemarin. Ia adalah warga Kampung Panyosogan, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu.

Sunarkawan sendiri membenarkan ada warga yang bernama Uus Sukmana di Kampung Panyosogan, Desa Wanakerta.

Namun, lanjut Sunarkawan, yang bersangkutan selama ini jarang berada di kampungnya.

“Ia lebih banyak berada di daerah Bandung tempat kerjanya. Uus bekerja sebagai supir bahan bangunan,” ucapnya.

Menurut Kades, masyarakat Wanakerta termasuk perangkat desanya tidak ada yang mengetahui jika Uus ditangkap oleh Polda Jabar. Namun, pada Kamis sore kemarin, datang ambulan dari Polres Garut untuk menjemput adik Uus yang bernama Tia Setianengsih itu.




Sementara itu data yang ada di desa menunjukkan, kondisi ekonomi keluarga Uus Sukmana tergolong keluarga miskin, dan Uus merupakan tulang punggung keluarga. Meski sudah berusia 34 tahun namun Uus hingga kini masih lajang. Diduga ia terfokus membiayai orangtua dan adik-adiknya.

Tokoh masyarakat Panyosogan tidak pernah melihat Uus aktif di salah satu organisasi keagamaan baik di HTI maupun di FPI.

“Uus merupakan tulang punggung keluarga Dadang, ayahnya. Uus sendiri memiliki adik empat yang semuanya dihidupi Uus. Selama ini Uus tidak bergaul, kalaupun datang ke Panyosogan tidak pernah lama, ia segera kembali lagi ke Bandung,” kata Sunarkawan.

Sumber: Poros Garut



 Jaket Kulit Keren

Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Pembawa Bendera Tauhid yang Dibakar di Garut Diancam Bui 3 Pekan, Denda Rp900"

Posting Komentar