Alasan Mengapa Korban Kecelakaan Jangan Diberi Minum


Kecelakaan yang terjadi di jalan raya sering kali mengundang perhatian pengguna jalan lain untuk turut membantu melakukan pertolongan. Selain membawa ke pinggir jalan, korban juga seringkali diberikan air untuk diminum sesaat setelah mengalami kecelakaan.

Rupanya hal itu merupakan tindakan yang salah kaprah. Menurut Chief Instructor Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi, air minum biasanya diberikan dengan maksud menenangkan korban kecelakaan. Namun tak semua korban kecelakaan perlu diberi air minum.

Sebab kita tidak tahu kondisi korban yang sesungguhnya. Jika mengalami luka dalam, air justru dapat memperburuk keadaan. "Memang terkadang korban kecelakaan itu memerlukan penanganan khusus.



Coba diajak bicara dahulu, biar korban tenang dahulu. Kalau mau beri air, lihat dahulu napasnya, teratur atau tidak, masih kaget atau tidak. Karena bahaya apabila masih kaget langsung diberi air untuk diminum," kata Herry kepada VIVA.co.id, Selasa 11 April 2017.

Herry menjelaskan, bahaya yang bisa dialami korban kecelakaan bila diberikan air jika kondisi napas belum teratur dan korban masih kaget, yakni air bisa masuk ke dalam paru-paru. Tentu saja akibatnya bisa fatal. Langkah yang sebaiknya dilakukan sebenarnya adalah segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kalau napasnya belum teratur, nanti airnya justru masih ke dalam paru-paru dan itu sangat berbahaya. Jadi coba dibiarkan istirahat dahulu, ajak bicara dahulu, kalau sudah tenang baru diberi air putih," ujarnya. viva


 Jaket Kulit


Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Alasan Mengapa Korban Kecelakaan Jangan Diberi Minum"

Poskan Komentar