Salah Kaprah Panaskan Sepeda Motor


Pemilik sepeda motor biasanya memanaskan tunggangannya di pagi hari sebelum beraktivitas. Motor dibiarkan menyala sambil pemiliknya bersiap, misalnya menggunakan sepatu atau sarapan.

Sayangnya, kebiasaan itu ternyata tidak tepat. Memanaskan motor dalam waktu tertentu dan didiamkan adalah hal yang mubazir. Hal ini diungkapkan oleh Izas Ismail, Sevice Advisor Mitra Jaya Depok, dealer resmi Honda.

"Itu mubazir. Soalnya, kalau hanya dipanaskan (stationer), aliran oli tidak maksimal melumasi bagian-bagian mesin yang berada di posisi atas berapa pun waktu pemanasannya," ujar Izas kepada awak Liputan6.com,





Izas mengatakan cara yang tepat agar oli terdistribusi secara menyeluruh adalah dengan cara membetot gas. "Jadi saat mesin dinyalakan, itu digas saja sampai rpm 3.000. Selain itu, nyalakan juga lampu jauh karena saat itu mesin bekerja maksimal," ujarnya.

Jika diyakini selama ini memanaskan mesin perlu waktu 5 hingga 10 menit, maka dengan cara ini tidak perlu waktu lama. "Jadi poinnya bukan dipanaskan atau tidak, tapi digas apa tidak. Satu menit sudah cukup," ujarnya.

----------

 Jual Jaket Kulit



Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

4 Responses to "Salah Kaprah Panaskan Sepeda Motor"

  1. Ada pengecualian bro buat motor yg jarang pake, manasin buat ngisi strum aki

    BalasHapus
  2. Ada pengecualian bro buat motor yg jarang pake, manasin buat ngisi strum aki

    BalasHapus
  3. Bisa masuk akal,, jika tidak di gas kumparan oli gak akan bereaksi..

    BalasHapus
  4. Langsung di betot gas pelumasan oli belum sempurna/rata piston bisa macet...yg kasih info orang service advisor makanya asal ngomong saja ...dia asal ngomong supaya motor jangka pendek cpt rusak spare part nya jd laku....

    BalasHapus