Siyono Tewas di Tangan Densus, Sidang Kode Etik atau Pidana?


Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri kepada anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang berkelahi dengan terduga teroris Siyono hingga menyebabkan kematian.

"Saya belum terima laporan dari Propam, masih proses," kata Badrodin Haiti, di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 6 April 2016.

Badrodin sejauh ini enggan menyimpulkan apakah akan dilakukan sidang kode etik atau dikenakan tindak pidana juga terhadap anggota Densus 88 tersebut.





"Nanti tergantung hasil pemeriksaan Propam, dicek, direkonstruksi, pasti dikasih tahu nanti. Kalau pemeriksaan kan sudah selesai, tapi kan perlu dilengkapi dengan rekonstruksi dan pemeriksaan lainnya," kata Badrodin.

Sebelumnya, Siyono (33 tahun), warga Klaten, Jawa Tengah, yang menjadi terduga teroris, meninggal pada Jumat siang, 11 Maret 2016. Dia tewas setelah dijemput paksa dan diperiksa tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Tewasnya Siyono menurut kepolisian karena pria itu melakukan perlawanan terhadap aparat di dalam mobil yang membawanya.
---------------------------------------



 Belanja Jaket Kulit Langsung dari Pabrik




Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Siyono Tewas di Tangan Densus, Sidang Kode Etik atau Pidana?"

Posting Komentar