Kronologi Istri Siyono Diberi Uang Rp 100 Juta dari Densus 88



Komisioner Komnas HAM Siane Indriyani mengungkapkan, terdapat fakta yang harus diketahui publik terkait hasil autopsi jenazah Siyono. Hasil autopsi menunjukkan yang menyebabkan kematian Siyono merupakan luka di bagian dada mengarah jantung.

"Tulang dada patah kemudian mengarah ke jantung, rupanya ini yang mengakibatkan kematian fatal Siyono," katanya di Kantor Komnas HAM, Senin, (11/4).

Saat Siyono meninggal, terang Siane, istri Siyono Ibu Suratmi diminta menengok Siyono tanpa diberitahu kalau suaminya sudah meninggal. Kemudian saat akhirnya tahu suaminya sudah meninggal, lima anggota perempuan Densus 88 merayu Ibu Suratmi untuk menerima uang senilai Rp 100 juta.





Katanya uang itu untuk biaya anak-anak Siyono dan untuk pemakaman jenazahnya. "Namun karena hatinya merasa sesak dan ingin mencari keadilan, Ibu Suratmi tidak mau menerima uang Rp 100 juta tersebut yang dinilainya sangat besar, ia takut," kata dia.

Hingga saat ini, terang Siane, pihaknya belum mengetahui uang Rp 100 juta itu asalnya dari mana. Anggarannya dari mana sebab pemberian uang itu tak disertai tanda terima.

Bahkan jelang autopsi, keluarga Siyono diminta menandatangai surat ikhlas atas kematian Siyono berkali-kali. Mereka minta keluarga Siyono menolak autopsi namun keluarga Siyono berkeras melakukan autopsi. (Republika)



-------------------------------

Jaket Kulit Harga Pabrik




Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

3 Responses to "Kronologi Istri Siyono Diberi Uang Rp 100 Juta dari Densus 88"

  1. Saya salut terhadap klrga Siyono krn tdk ngiler di iming2i 100jt namun tetap mencari keadilan atas ketidak wajaran meninggalnya Siyono.Jd,meski sbg densus88 jgn merasa jd org benar&memaksakan org benar utk mengakui ketidak benaran.Semoga den88 kedepannya lbh baik lg&semoga klrga siyono diberi ketabahan dlm menghadapi musibah ini.

    BalasHapus
  2. ini patut di acungi jempol, uang bisa di cari nyawa tak bisa di
    tukar dengan uang...... lanjutkan keluarga siyono

    BalasHapus
  3. ini patut di acungi jempol, uang bisa di cari nyawa tak bisa di
    tukar dengan uang...... lanjutkan keluarga siyono

    BalasHapus