Ini Mitos Gerhana Matahari Yang Kamu Belum Tahu, Tentang Waktu



Publik sedang menanti satu fenomena alam yang cukup jarang terjadi. Yap, fenomena Gerhana matahari total bisa dilihat di sebagian besar daerah Pasifik termasuk Indonesia pada tanggal 9 Maret mendatang.

Meski bisa dijelaskan secara ilmiah, fenomena semacam ini tentu tetap tak bisa lepas dari mitos dan cerita rakyat khususnya di Indonesia. Salah satu mitos yang sangat dikenal adalah cerita tentang Batara Kala atau Dewa Waktu.

Fenomena Gerhana Matahari bisa disebut sebagai simbol perputaran waktu. Manusia diingatkan untuk bisa lebih menghargai waktu, namun sayangnya nilai seperti ini justru mulai dilupakan oleh banyak orang di era yang semakin modern.

Ketika matahari tenggelam artinya termakan oleh waktu, ada suatu perputaran di mana salah satu contohnya orang kebanyakan mengais rezeki pada siang hari, sedangkan tidur di malam hari," tutur Mas Nanu Muda, seorang budayawan seperti yang dilansir dari Merdeka.com.





"Jangan terlena dengan waktu orang bekerja dengan hal yang nantinya malah menjadi membawa keburukan," ucapnya," tambahnya.

Bukan cuma itu saja, fenomena gerhana matahari total juga merupakan simbol bila segala yang jahat akan kalah dengan kebaikan. Begitu pula dengan kehidupan manusia di mana yang baik akan selalu menang dari kegelapan.

"Jadi gerhana menunjukkan perputaran waktu. Ketika manusia waktu digunakan tidak baik manusia akan termakan waktu. Orang kerja, orang malas, orang tidak baik pada akhirnya akan dimakan waktu," kata Mas Nanu Muda.

"Jika termakan Batara Kala intinya termakan waktu. Waktu harus digunakan sebaik-baiknya, jangan sampai termakan kala," tutupnya.
---------------


 Jaket Kulit


Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Ini Mitos Gerhana Matahari Yang Kamu Belum Tahu, Tentang Waktu "

Posting Komentar