MIRIS! Buat Mobil Listrik, Malaysia Kembali Comot Putra Terbaik RI



Ketua Umum Asosiasi Pengembang Kendaraan Listik Bermerek Nasional (Apklibernas), Sukotjo Herupramono, menyatakan Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya setelah dicomot untuk mengembangkan mobil listrik Malaysia. Hal itu disampaikan di Kantor Kementerian Perindustrian, Rabu, 24 Februari 2016 lalu.

Dikatakan Sukotjo, ada dua orang yang memilih berkarya di negeri Jiran. Namun di kesempatan itu, dirinya enggan mengungkapkan siapa nama kedua orang tersebut.

Apa yang disampaikan Sukotjo tak ditampik Ricky Elson, pencipta mobil listrik Selo yang dicomot Malaysia, lebih dulu. Meski tak menyebutkan rinci siapa dua orang yang dimaksud, namun Ricky menyatakan hal itu adalah keputusan yang baik buat mereka.

"Tidak apa-apa lah. Ini bukan sesuatu hal yang perlu dibesar-besarkan. Positifnya itu (mereka) tetap berkarya meski tak di Indonesia. Artinya ilmu mereka tersalurkan dan ada support," ujarnya saat dihubungi
VIVA.co.id, Kamis, 25 Februari 2016.





Namun demikian, dirinya menampik sebutan sejumlah pihak yang menyatakan dirinya bersama dua putra Indonesia lainnya yang merapat ke Malaysia demi meraup uang semata. Kata dia, semua tidak bisa diukur melalui uang, namun yang dibutuhkan mereka adalah dukungan penuh.

"Ini bukan soal bayaran tinggi atau tidak, ini kan soal berkarya, artinya butuh support," kata dia.

Terkait soal mobil Selo yang terus dikembangkan untuk mobil nasional Malaysia, dirinya enggan bercerita banyak. Dirinya hanya menyatakan semua masih terus dilakukan tanpa perlu dipublikasikan.

"Masih rahasia. Kita masih jalan terus, pastinya kami bergerak di bawah tanah. Kami juga tidak tahu apakah mobil ini akan diproduksi massal atau tidak, yang pasti kami tetap berkarya," kata dia.
----------------

 Jaket Kulit



Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

3 Responses to "MIRIS! Buat Mobil Listrik, Malaysia Kembali Comot Putra Terbaik RI"

  1. Ya disini siapa yang menghargai ilmu kita smua nya sdh serba luar negri.. indonesia tercinta.. ilove u

    BalasHapus
  2. Seharusnya pemerintah Indonesia bisa mengantisipasi tenaga-tenaga terampil warganya. Mereka yang memiliki skill yang baik perlu penyaluran bakatnya agar dapat terasah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

    BalasHapus
  3. Ya tinggal pemerintahan yang punya perhatian gak ke org Indonesia yg punya skill seperti ini, kl semua org Indonesia yg punya skill Dan pintar ya Indonesia GA bisa jadi negara yang hebat bahkan berdikari

    BalasHapus