Teror Bom Thamrin, Masyarakat Pemberani atau Tidak Tahu?



Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menyoroti reaksi masyarakat atas peristiwa bom bunuh diri dan penembakan di sekitar kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Saat itu, masyarakat terlihat berkerumun dan melihat apa yang terjadi di pos polisi.

"Kenapa Si Afif (alias Sunakim) tenteng-tenteng pistol ke mana-mana tidak ada soal? Karena itu tidak takut, masyarakat tidak takut kelihatannya," ujar JK dalam pidatonya di MNC Tower, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2016.

Menurut JK, setidaknya ada dua kemungkinan. Pertama, apakah masyarakat pemberani. Atau yang kedua, masyarakat tidak tahu.

Selain itu, lanjut JK, bisa juga masyarakat mengira ada polisi yang berpakaian preman sedang menenteng senjata. Oleh karena itu, mereka mengira pelaku teroris itu polisi. Sebab gaya Afif memang menyerupai polisi.





"Gaya-gaya reserse," kata JK.

Ia melanjutkan saat pelaku teroris menembak orang, masyarakat yang menonton bom Thamrin pun baru menyadari ternyata bukan polisi. Setelah menyadari, masyarakat baru berlarian. Sehingga, dugaannya antara masyarakat memang pemberani atau tidak tahu.

"Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi," ujar JK.

Sebelumnya, terjadi pemboman bunuh diri di kawasan Sarinah, Thamrin. Tak hanya bom bunuh diri, pelaku terorisme juga melakukan aksi tembak-menembak dengan polisi dan sejumlah peledakan lainnya. Akibat kejadian ini, jatuh korban 24 luka dan 8 meninggal.
------------------






Facebook


Sebarkan :

Facebook Google Twitter LinkedIn

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Teror Bom Thamrin, Masyarakat Pemberani atau Tidak Tahu?"

Posting Komentar